Sistem digitasi ini berisi semua aspek penatausahaan keuangan yang dikombinasikan dengan sistem tanda tangan elektronik, dan dengan demikian beberapa dokumen tidak perlu lagi tanda tangan basah.
“ASN terkait bisa langsung memberikan tanda tangan di mana saja karena sistem ini terkoneksi dengan android di smartphone masing-masing orang. Jadi sekarang tidak ada alasan dokumen terhambat karena ASN-nya sedang tidak ada di tempat. Dokumen cukup disimpan di file dan dapat diunduh jika diperlukan,” ujarnya.
Sistem digitasi, menurut ia, akan diterapkan di seluruh lingkungan Pemkab Banyuwangi, dokumen keuangan dinas/badan yang dulunya menggunakan pola cetak manual, kini akan beralih menjadi serba elektronik.
“Dengan menggunakan non-kertas, harapan kami pengelolaan keuangan akan semakin praktis. Pengajuan anggaran cukup dilakukan secara daring, tidak perlu lagi membawa banyak dokumen fisik. Sehingga kerjanya lebih efisien, juga sekaligus meningkatkan transparansi,” ujar Mujiono.












