Setelah air mengumpul, warga lalu mengambilinya untuk dimasukkan ke dalam jeriken ataupun botol-botol plastik bekas.
Untuk mendapat air di sungai Aren yang mengering ini, banyak warga yang rela berjalan cukup jauh hingga sekitar 1 hingga 3 kilometer demi menghidupi keluarganya.
“Sayangnya sejauh ini belum pernah ada bantuan air bersih masuk, apalagi (bantuan) dari pemerintah,” kata Sukiman, warga lainnya. (jnr/wan)












