Cakrawala Jatim

Wilayah Tulungagung Selatan Krisis Air Bersih

×

Wilayah Tulungagung Selatan Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Air itu diambil menggunakan gayung, lalu dimasukkan ke dalam timba atau jeriken ukuran 30 literan untuk selanjutnya dibawa ke rumah masing-masing.

“Kami terpaksa melakukannya karena suplai air dari HiPAM tidak mencukupi. Sering mati,” ujar Mulyani, salah satu warga.

Sebenarnya warga bisa saja mendapat pasokan air bersih dari penjualan eceran milik pedagang, namun harganya yang dipatok sekitar Rp15 ribu per drum isi 150 liter cukup memberatkan.

Air Sungai Aren masih mengalir pelan, dengan debit yang kecil. Warga kemudian membuat beberapa cerukan diantara dasar sungai yang menyembul akibat debit air susut, sehingga air meresap ke lubang-lubang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *