Ia tidak menjelaskan rinci aplikasi digital dimaksud. “Kalau ini kan e-commerce ya. Jadi semacam melakukan proses yang kita ingin sinergikan dalam one pesantren one produk, Kita identifikasi produk-produknya, kita didampingi bagaimana ‘quality, quantity dan continuity’-nya,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, jika pelaku UMKM sebagaimana dari jaringan Muslimat NU sudah berani memasukkan di dalam katalog secara daring, maka hal yang harus dijaga adalah kualitasnya, kuantitas dan kontinyuitas.
“Misal, kontinyuitas menjadi penting kalau misal ada pesanan berkelanjutan, kuantitas menjadi penting kalau ada pesanan dalam jumlah besar, jadi memang harus ada rumpun yang bisa berseiring dengan produk tertentu,” katanya.
Khofifah di sela kesibukannya memimpin Jawa Timur, mengaku tetap proaktif melakukan kunjungan ke daerah bertemu dengan jejaring Muslimat NU guna mencari format pemberdayaan ekonomi umat.
Salah satunya dengan penguatan koperasi-koperasi yang dikelola Muslimat NU di masing-masing wilayah.



