Kohar mengatakan, untuk mencapai eliminasi TBC 2030, Dinkes Jatim akan memaksimalkan program ‘Pergi Berdansa di Masa Senja’. Program tersebut akan melibatkan tenaga medis di berbagai tingkatan seperti perawat bersinergi bersama dengan bidan desa di masyarakat desa. Selain itu juga Dinkes akan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat dan ormas keagamaan seperti Aisyah dan Muslimat. Kerjasama ini dilakukan sebagai sarana sosialisasi pencegahan dan penemuan kasus TBC di Jatim.
‘’Intinya kita tidak akan dapat menyelesaikan masalah TBC ini sendiri-sendiri perlu ada kerjasama dengan semua elemen masyarakat,’’ tegasnya.



