Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga memaparkan konsep 3R ( reduce, reuse, recycle). Ia memastikan Pemkot Surabaya sudah menerapkan konsep itu mulai dari rumah tangga.
Tidak hanya itu, ia memastikan hasil limbah-limbah tersebut diolah lagi menggunakan teknologi agar menjadi energi.
“Kami juga dapat menghasilkan listrik di lokasi pembuangan akhir kami. Saat ini sudah mulai menggunakan sel surya serta kincir angin hibrida untuk energi alternatif,” tegasnya
Di forum dunia itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan administrasi kota dan layanan publik yang menggunakan sistem online atau elektronik. Upaya ini dilakukan untuk memangkas biaya operasional dan pengurangan penggunaan kertas.
“Bahkan, cara ini kami nilai sangat efektif. Sebab selain mengurangi anggaran, juga dapat memudahkan masyarakat mengakses layanan yang mereka butuhkan kapan pun dan di mana pun,” lanjutnya.
Semua inovasi ini, lanjut dia, dilakukan agar masyarakat dapat menikmati kualitas udara yang lebih baik. Hal tersebut terbukti dari turunnya suhu udara mencapai 2 derajat celcius.
“Bahkan, sudah bisa mengurangi daerah banjir dan sekarang tinggal 2 persen dari awalnya 50 persen,” pungkasnya. (hdi/cn02)











