Karena menimbulkan lumpur, Waskito kemudian berinisiatif untuk menutup semburan kecil itu menggunakan plastik dan glangsing. Namun ternyata, setelah ditutup ternyata semburan itu kemudian pindah ke titik lain.
“Dia (semburan-red) bisa tersumbat, tapi dia pindah ke titik yang lain. Jadi saya simpulkan kalau ini ditutup berulang-ulang maka akan muncul di titik lain,” jelas Waskito.
Kendati demikian, pihaknya kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak RT, Kelurahan dan Kepolisian setempat. “Maka kita laporkan ke semua pihak, RT, kelurahan, Polsek semua bahu membahu mencari solusi,” jelasnya.
Menurutnya, dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh petugas PGN (Perusahaan Gas Negara), diketahui semburan lumpur itu ada unsur kandungan gas mencapai 82,6 % LEL-m.












