“Kalau di dalam tenda kan bisa dipasang meja dan kursi. Siswa bisa sambil duduk belajarnya,” ujarnya.
Selain kondisi ketidaknyamanan tersebut, Nurhayati, guru lain menyebutkan, para siswa yang belajar di luar kelas itu sudah mulai merasakan sakit di bagian punggung.
“Sudah dua bulan belajar lesehan seperti itu. Kami khawatir berdampak pada kondisi kesehatan mereka nantinya. Apalagi kalau nanti masuk musim penghujan,” ujarnya.
Sebelumnya, puluhan siswa SDN Pancawangi Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat harus belajar di luar kelas sejak pertengahan Juli lalu atau dalam dua bulan terakhir ini. Pihak sekolah terpaksa menggelar terpal di lapang voli, di bawah pohon dan di teras depan ruang guru untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar bagi siswa kelas 4, 5 dan 6 karena ruang kelas mereka ambruk dan rusak.(kcm/ziz)











