Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,04 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa sebesar 0,02 persen; dan kelompok sandang. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi 0,87 persen. Adapun, komoditas yang menekan laju inflasi tercatat, penurunan harga komoditas bawang merah dan putih, kelapa, buah pir, tomat sayur, dan beras.
Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, tujuh kota mengalami inflasi sedangkan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jember sebesar 0,33 persen, Probolinggo 0,27 persen, Malang 0,19 persen, Surabaya 0,11 persen, Sumenep 0,10 persen, Banyuwangi 0,08 persen, dan Madiun 0,04 persen. Sedangkan Kediri deflasi 0,23 persen. (wan/jnr)



