Surabaya juga terbuka di bidang ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tercatat beberapa kali Surabaya kedatangan rombongan tamu dari Papua. Tujuannya, untuk mengikuti ragam pelatihan yang disediakan pemkot. Di antaranya, pelatihan kuliner, sepatu, kerajinan tangan, dan sebagainya. Ada pula Co-Working Space KORIDOR yang selalu terbuka bagi siapa saja. Para pemuda Papua juga pernah menimba ilmu cara berbisnis dengan memanfaatkan media sosial di tempat ini.

“Peluang untuk sama-sama belajar dan berkembang di Surabaya itu sangat terbuka lebar. Pemkot telah memfasilitasi semua yang punya keinginan untuk maju dan hidup lebih baik. Melalui berbagai pelatihan yang disediakan,” ungkap pejabat asal Serui ini.
Dengan iklim toleransi dan keberagaman seperti saat ini, Fikser yakin ke depan Surabaya akan tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua. Sebab, kota ini menjamin kesetaraan dan membuka peluang yang sama bagi siapa pun yang ingin berhasil.(adv)












