Di kota ini, segala macam etnis, suku atau ras bisa dijumpai. Mulai dari suku Jawa, Batak, Karo, Papua, Madura, Dayak, Bugis, dan seterusnya. Juga ada komunitas masyarakat Tionghoa, Arab, India, hingga Korea. Setiap tahunnya, mereka selalu diberikan ruang untuk ikut menyemarakan agenda Parade Surabaya Vaganza dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya. Sebab, Pemkot Surabaya menyadari bahwa keberagaman merupakan fondasi yang kuat bagi kota ini untuk terus bergerak maju.
Kepala Bagian Humas Kota Surabaya, M. Fikser menyatakan, pemkot acapkali memberikan kesempatan berbagai budaya untuk tampil di event-event besar. Sebut saja Cross Culture Festival alias Festival Seni Lintas Budaya yang digelar setiap tahun. Acara tersebut merupakan ajang memperkenalkan tampilan budaya dari dalam dan luar negeri.
Di samping itu, agenda welcome dinner juga menjadi ajang unjuk budaya. Dalam beberapa kesempatan, pemkot menampilkan ragam tarian khas Surabaya hingga tarian asal Papua. “Ini merupakan bukti bahwa Surabaya menghargai keberagaman dan kesetaraan,” ujar Fikser.














