Kemudian, Wali Kota Risma juga menjelaskan layanan Commend Center (CC) 112 yang berfungsi menangani berbagai masalah dan keluhan masyarakat Surabaya. Petugas dari CC 112 ini tidak hanya terdiri dari tim penyelamat saja, namun juga terdapat psikolognya.
“Psikolog ini untuk membantu mengatasi masalah sosial warga. Layanan ini buka 24 jam non stop setiap hari dan gratis tidak dipungut biaya sepeser pun,” papar dia.
Selain itu, Wali Kota Risma juga memaparkan keberhasilannya dalam pengelolaan limbah sampah. Bahkan, satu per satu terobosannya dijelaskan kala itu. Mulai dari aplikasi yang dibuat untuk memantau pengumpulan sampah hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dapat mengeluarkan energi listrik.
“Jadi, aplikasi ini bekerja untuk memantau ketepatan truk sampah saat mengangkut, karena jika terlambat sedikit saja, maka akan berdampak pada kualitas lingkungan,” kata dia.
Dalam menjalankan program ini, pihaknya mengaku semua lapisan masyarakat juga ikut mendukung gerakan pengelolaan limbah sampah. Seperti di tingkat rumah tangga yang memilah sampah organik dan anorganik.
“Kalau sampah anorganik dibawa ke bank sampah yang tersedia di 371 lokasi di seluruh kota. Bank sampah itu bisa menampung 7,14 ton sampah per minggu dan menghasilkan pendapatan sampai 11.000 USD per bulan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, poin penting dari segala program yang dilakukan adalah keterlibatan masyarakat terhadap program itu sendiri. Lalu untuk mendukung aplikasi online ini, pihaknya sudah menyediakan 200 mesin kios, 3392 koneksi internet di tingkat komunitas. “Bahkan, sudah ada 1.900 tempat wifi di seluruh Kota Surabaya,” pungkasnya.(hdi/cn02)












