“Selain pelayanan publik, keluhan masyarakat juga kami fasilitasi dengan elektronik,” imbuhnya.
Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga memastikan bahwa publik berbasis online tersebut memiliki banyak dampak positif bagi masyarakat. Ia menegaskan program berbasis digital ini menunjukkan layanan yang transparan, akuntabel, dan lebih diketahui oleh masyarakat.
Ia juga memastikan, manfaat lain dari pemanfaatan digital ini adalah mampu mengendalikan mobilitas orang di kota. “Ini dilakukan agar masyarakat juga dapat memantau secara online,” paparnya.
Melalui berbagai program ini, Wali Kota yang juga menjabat Presiden UCLG Aspac ini memastikan anggaran pengeluaran mampu dihemat sebanyak 1.9 Juta USD.
“Ini setara dengan Rp 27,5 miliar pertahun. Lumayan bisa digunakan untuk program-program lain,” imbuh dia.
Tidak hanya itu, Wali Kota Risma menjelaskan penggunaan teknologi dalam bidang transportasi, Pemkot Surabaya juga telah mengembangkan berbagai aplikasi. Salah satunya adalah aplikasi Gobis yang dapat memantau posisi Suroboyo Bus. Aplikasi ini pun dikembangkan lagi menjadi aplikasi “Transportasiku” yang mengcover berbagai aplikasi lainnya.
“Aplikasi Transportasiku ini dapat memberikan notifikasi gangguan arus lalu lintas dan dapat mengetahui posisi Suroboyo Bus. Jadi, kegunaannya sangat banyak,” jelas dia.












