Sebagai representasi partai politik di legislatif, fraksi gabungan ini harus bisa menjembatani suara pemilih. “Kami sudah sampaikan bahwa kami fraksi pelayanan rakyat. Fraksi ini akan menjadi tempat menyampaikan aspirasi,” kata Arif menegaskan.
Gabungan fraksi bukan hanya ada di periode 2019-2024. Di periode sebelumnya, gabungan fraksi juga ada dengan menggabungkan partai NasDem dan Hanura. Pembicaraan pembentukan fraksi rencananya akan dimulai pekan ini, Selasa (3/9).
Kemungkinan besar akan ada sembilan fraksi di DPRD Jatim, jumlah yang sama seperti periode sebelumnya. Selain fraksi gabungan PKS-PBB-Hanura, ada fraksi PDI Perjuangan (27 kursi), PKB (25 kursi), Gerindra (15 kursi), Demokrat (14 kursi), dan Golkar (13 kursi). Kemudian, disusul NasDem (sembilan kursi), PAN (enam kursi), serta PPP (lima kursi). (jnr/wan)



