Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, mengatakan pihaknya berharap apresiasi tersebut dapat semakin memacu stakholder dan inovator di bidang kesehatan untuk terus menciptakan lebih banyak lagi inovasi dan teknologi yang berkelanjutan guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
“Ajang ini bertujuan menjadi media penghubung pelbagai inovasi karya anak bangsa, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam memberikan kontribusi pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat,” ungkap Supriyantoro di JS Luwansa Hotel, Jakarta, baru-baru ini.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kata Supriyantoro, IndoHCF Innovation Awards III-2019 kali ini menggandeng HaloDoC untuk sub-kategori e-Health, di mana finalis sub-kategori ini memiliki kesempatan untuk mempresentasikan karya inovasinya langsung kepada investor dari HaloDoc. Selain itu, kali ini finalis 5 besar dari kategori Inovasi Alat Kesehatan dan ICT Bidang Kesehatan akan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam expo inovasi inovasi kesehatan yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI pada 7 – 9 November 2019.
Adapun dewan juri yang akan terlibat dalam IndoHCF Innovation Awards III-2019 datang dari instansi dan asosiasi kesehatan, antara lain Kementerian Kesehatan RI, Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Perhimpunan Kedokteran Gawat Darurat Indonesia (PKGDI), Perkumpulan Promotor & Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI), Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI), Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI).












