“Istrinya itu pakai cadar. Saya sendiri jarang ketemu, sebab pintu rumahnya sering tertutup. Bahkan, anaknya yang kecil, yang usianya sekitar 2 tahun itu lahir saat mereka sudah di sini, tapi saya juga tidak pernah melihatnya,” terang Sutina.
Penangkapan terduga teroris ini dibenarkan oleh Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung. Namun Feby tidak memberikan keterangan rinci lantaran pihaknya hanya mendampingi tim Densus 88.
“Langsung (ditangani) oleh tim Densus 88, kami hanya mendampingi saja. Kemarin juga nggak ke Polres, langsung dibawa. Mungkin statemen resminya nanti dari Mabes,” tutur Feby, Jumat (23/8/2019).(kcm/ziz)












