Adapaun kriteria rumah yang mendapatkan bantuan renovasi ini antara lain adalah rumah yang masih berlantai tanah, dinding dari bilik bambu dengan atap rumbia atau daun kelapa, tidak memiliki standar dan ventilasi udara yang baik, tanah milik sendiri dan tidak bermasalah, pekerjaan tidak tetap, janda atau jompo.
Sementara itu Komandan Lantamal V mengatakan, dari 867 unit rumah tidak layak huni yang direncanakan direnovasi tersebut, tersebar di pesisir Kabupaten Probolinggo 60 unit, Pasuruan 100 unit, Lamongan 84 unit, Tuban 26 unit, Bangkalan 31 unit, Sampang 10 unit, Pamekasan 159 unit, Banyuwangi 115 unit, Situbondo 65 unit, Jember 30 unit, Malang 25 unit, Trenggalek 50 unit, Tulungagung 32 unit, Blitar 30 unit dan Pacitan 50 unit.
Pada pelaksanaan Karya Bakti TNI AL dalam Program Renovasi RTLH ini, dalam pengerjaannya dilaksanakan oleh empat satuan pelaksana dijajaran Lantamal V, yaitu Lanal Batuporon untuk wilayah Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep, Lanal Banyuwangi mencapkup wilayah Banyuwangi, Probolinggo, Jember dan Pasuruan, kemudian Lanal Malang mencakup wilayah Malang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Pacitan, serta Dispotmar Lantamal V mencakup Kabupaten Lamongan dan Tuban.
Usai upacara peresmian di bukanya RTLH th 2019 ini, Gubernur dan undangan lainnya, mendapat suguhan Tari Tutup Layang yang dimainkan 5 penari Binaan Disbudpar Kab Lamongan.
Adapun Pasukan yang dilibatkan antara lain Korsik Lantamal V, 2 SST pasukan Lantamal V, 2 SST Gabungan DKP Prov Jatim dan Kab Lamongan, masing masing 1 SST dari Kodim 0812/LMG, Polres, Korpri Pemda Lamongan, Salpol PP, PMK, Dinas Perhububgan dan Siswa Pramuka.












