Agus bercerita tentang malam ketika ia sowan sebelum Mbah Moen meninggal, bahkan Mbah Moen sudah bisa meramalkan kematiannya dan banyak bercerita tentang masa lalu soal hubungan dengan Agus Maftuh.
“Kang Maftuh, bapak sampeyan itu tukang jam kalau duit habis, dia muter Sarang benerin jam orang-orang. Saat dapat duit dipakai untuk beli beras kemudian ke tempat saya untuk ngaji. Bapakmu fanatik sama saya. Begitu diceritakan Mbah Moen karena itu akhirnya bapak saya diangkat jadi santri beliau,” kata Agus menirukan kata-kata Mbah Moen kepadanya.
Agus Maftuh mengatakan ia mengajak anak dan istrinya menemui Mbah Moen pada Senin malam atau malam sebelum Mbah Moen berpulang.
Ia menceritakan Mbah Moen sempat mengatakan padanya bahwa Agus Maftuh adalah tamunya yang terakhir.
“Kata-kata terakhir itu bahkan sampai diulang dua kali oleh Mbah Moen,” katanya. (ant/wan)












