Berbagai kajian tersebut dilihat dari berbagai aspek. Baik Geologi, Transportasi, dan ekonomi. Masukan dari para pakar dan akademisi dinilai Whisnu begitu penting.
Para pakar dan akademisi ini berasal dari ITS dan Universitas Airlangga Surabaya (Unair). Selain itu beberapa konsultan dari luar Surabaya juga diminta sumbangsih ide dan pemikiran.
Subway, dikatakan Wishnu tidak hanya sekedar moda transportasi modern. Tapi juga menyambungkan (baca: interkoneksi) zona wilayah perekonomian di Surabaya.
“Karena sistem transportasi pisah dengan jalan. Sehingga perlu juga dimatangkan dengan sistem digitalisasi ekonomi bawah tanah,” terang politisi DPD PDIP Jatim ini.



