Cakrawala EkonomiCakrawala Jatim

Bertemu Gubernur, Petani Berharap Garam Ditetapkan Sebagai Bahan Kebutuhan Pokok

×

Bertemu Gubernur, Petani Berharap Garam Ditetapkan Sebagai Bahan Kebutuhan Pokok

Sebarkan artikel ini

“Harga garam petani lokal ini murah karena impor. Jadi perusahaan pengelola garam ini memasukkan garam impor dan kemudian juga menampung garam lokal meskipun tidak banyak. Sehingga kami sulit membedakan mana yang lokal dan mana yang impor,” jelasnya.

Pihaknya, juga membantah kualitas garam petani lokal tidak memenuhi syarat. Yanto mengklaim berani bertanggung jawab kalau garam lokal ini memiliki kualitas yang bagus. “Tadi sudah ditunjukkan oleh Bu Gubernur kalau garam lokal ini bagus. Jangan terkungkung bahasanya importir bahwa kualitasnya rendah. Kami sudah memperbaiki diri dengan menggunakan tekonologi geo membranisasi yang membuat produksi garam petani lokal sudah baik,” paparnya.

Lebih lanjut Yanto mengatakan kalau Gubernur Khofifah berjanji menjembatani petani garam dan pemerintah pusat. Menurutnya tanggal 5 atau 6 Agustus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Manteri Perekonomian  akan datang ke Madura untuk melihat langsung petani garam. “Yang perlu digaris bawahi kami menyikapi pernyataan pemerinyah jika garam impor tidak merembes ke pasar itu tidak benar. Kami tegaskan garam impor itu tidak merembes tapi tumpah di pasaran,”katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim, Gunawan Saleh yang menyampaikan pesan Gubernur Jatim Khofifah mengatakan pada prinsipnya tuntutannya para petani garam ini sama, yakni soal harga garam.

Menurutnya Gubernur Khofifah sudah menyampaikan kepada Menko Maritim dan Menteri Perekonomian dalam mengatasi anjloknya garam. “Ada upaya pemerintah pusat dengan menentukan HPP. Namun penentuan HPP itu harus mengubah Peraturan Presiden (Perpres) dan harus dimasukkan dalam kebutuhan pokok dan barang penting,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *