
Surabaya,cakrawalmews.co – Sejumlah petani garam Madura menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (29/7). Mereka mengeluhkan harga garam yang kian merosot dan para petani meminta agar pemerintah garam dimasukan menjadi kebutuhan bahan pokok, sehingga Harga Pokok Pembelian (HPP) garam dapat ditetapkan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM), Muhammad Yanto ditemui usai menggelar rapat tertutup bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Sekdaprov Jatim Heru Tjahyono dan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim.
Dijelaskan, yang dikeluhkan petani garam adalah harga garam yang semakin anjlok. Menurutnya saat ini harga garam KW 3 Rp 400, KW 2 Rp 500 dan KW 1 Rp 600 perkilogramnya. “Itu pun kalau beli, Perusahaan pengelola garam hanya menampung garam petani lokal pada hari Senin dan Kamis. Petani yang menjual pun jumlahnya dibatasi, diberi waktu bergiliran jadwal menjualnya,”ujarnya.
Ia menilai, regulasi tata niaga garam tidak diperhatikan oleh Pemerintah yaitu Perpres No.71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, garam memang tidak termasuk bahan pokok. Alasannya, konsumsi garam hanya mencapai sekitar 3,5 kg per orang tiap tahun. Maka itu pihaknya berharap agar pemerintah memasukan garam dalam kebutuhan pokok, sehingga HPP bisa ditentukan.












