“Paling mahal biaya sewa kami hanya Rp 90 ribu bapak-ibu. Kami juga membuat komitmen dengan penduduk yang tinggal di sana kalau ekonominya sudah baik saya minta untuk pindah,” terangnya.
Komitmen itu memang benar nampaknya, sebab dalam paparan tersebut juga dijelaskan bahwa tiap satu bulan sekali terdapat tim yang melakukan survey. Apalagi, warga sekitar dan penghuni antar rusun juga saling memantau tetangganya. “Biasanya mereka yang sudah punya mobil itu kami minta pindah, karena ekonominya membaik,” imbuhnya.
Pertemuan dengan perwakilan kota-kota dari Malaysia ini berlangsung hidup. Terbukti, pertanyaan demi pertanyaan silih berganti untuk terus mengetahui perkembangan Kota Surabaya. Tak jarang beberapa kali mereka memuji keberhasilan Kota Surabaya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kerajaan Tempatan Negara Malaysia, Zuraida Kamaruddin, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Wali Kota Surabaya. Ia menilai, sosok perempuan pemimpin kota besar dengan jumlah penduduk yang padat, dapat melahirkan kebijakan yang merubah Surabaya seperti sekarang. Hal ini menjadi salah satu sebab pihaknya ingin belajar dari ide-ide Wali Kota Risma.
“Kepada Bu Risma saya kagum dengan pengelolaan beliau yang sangat berdedikasi dan komitmen yang tinggi. Memimpin kota yang besar dengan 3,3 juta penduduk di kota Surabaya,” kata Zuraida.











