“Untuk di Kecamatan Kauman sementara kami masih kirim air satu tangki seminggu dua kali,” jelas Budiono.
Budi memperkirakan, puncak kekeringan melanda Kabupaten Ponorogo pada Agustus hingga September 2019. Tahun lalu, bencana kekeringan melanda 28 dukuh, 22 desa di sepuluh kecamatan.
Harapannya, kondisi warga yang mengalami kesulitan air bersih tidak akan separah tahun lalu menyusul dibangunnya sumur dalam di beberapa wilayah yang menjadi langganan bencana kekeringan.(kcm/ziz)



