Menurutnya, sumur bor maupun pipanisasi merupakan opsi strategis untuk penanganan pemenuhan kebutuhan air lebih permanen. “Opsi menyiapkan sumur bor dan pipanisasi cukup stretegis, apalagi di wilayah ini saat musim hujan juga mengalami kesulitan air bersih,” tukas Khofifah saat menyerahkan bantuan air bersih secara langsung di di Desa Gayam, Kec. Batulinggo, Kabupaten Bondowoso, Kamis (11/7) sore.
Khofifah menjelaskan, selain 7 tangki air bersih bantuan yang diserahkan juga berupa 120 buah jerigen dan 30 tandon air. Namun demkian, bantuan tersebut sifatnya tidak permanen. Dicontohkan, penyerahan tandon misalnya adalah supaya masyarakat bisa mengantisipasi saat membutuhkan air. Sedangkan, jeirigen untuk mempermudah membawa air ke rumah masing- masing. “Selain sumur bor, juga akan dilakukan exercise terkait penyiapan pipanisasi meskipun jarak sumber airnya dari lokasi agak jauh,” ungkap gubernur.
Sebagai bentuk gerak cepat, Khofifah meminta Pemkab Bondowoso segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar segera dapat direncanakan dalam program pemprov. “Saya berharap besok sudah ada utusan dari Pemkab Bondowoso ke Pemprov Jatim utamanya pak Sekda dan Bappeda untuk membuat pemetaan dan pengerangkaan kebutuhan terkait rencana ini,” tukas Khofifah.












