Menurut Perdinan, pendidikan mitigasi bencana itu bisa dimasukkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang membahas topik tentang bermacam-macam bencana seperti banjir, kekeringan dan longsor.
“Atau bisa juga melalui pendidikan matematika, menghitung jumlah air dan luas tanah,” katanya.
Pendidikan ini lanjut Perdinan, untuk membangun kesadaran dan mengembalikan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Seperti mencegah kekeringan dengan cara menghemat air, atau memanen air hujan.












