
Jakarta, Cakrawalanews.co – Tensi perang dagang antara Amerika Serikat dengan China kembali meningkat. Terakhir, Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali menaikkan tarif impor produk China jika Presiden Xi Jinping tak menemuinya di gelaran pertemuan kepala negara G20 di Jepang.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memaparkan dampak dari perang dagang antara kedua negara adidaya tersebut terhadap Indonesia, yaitu aliran modal asing yang kian tertekan lantaran risiko berinvestasi yang meningkat.
“Dengan adanya eskalasi perang dagang itu memang risiko berinvesatsi di negara berkembang termasuk Indonesia jadi meningkat,” kata Perry, kemarin.
Perry mengatakan, berbeda dengan akhir kuartal 2018 ketika Indonesia mendapatkan aliran modal asing yang cukup deras, pada kuartal I-2019 ini terjadi penurunan arus investasi atau protofolio asing. Pada kuartal IV tahun lalu, investasi portofolio yang masuk ke Indonesia mencapai 10,5 miliar dollar AS, sementara kuartal I 2019 ini hanya sebesar 5,4 miliar dollar AS.
“Terutama memang karena itu tadi, ketidakpastian dampak dari perang dagang,” ujar Perry.












