Pada saat rusuh 21-22 Mei, lanjut Chairawan, dia berada di rumah. Dia memastikan sama sekali tidak ke lapangan maupun terlibat aksi kerusuhan. Bahkan Chairawan pun siap untuk dicek maupun diklarifikasi mengenai keberadaannya pada saat rusuh 22 Mei itu.
“Kalau ada tanya saya tahu atau tidak, saya tahu dari TV. Jaman sekarang ini kan tidak bisa bohong. HP ini kan ada BTS. Sekarang orang bohong harus diikuti dengan HP. Saya tahu itu,” kata Chairawan.
Purnawirawan jenderal bintang satu ini mengatakan, langkah yang ditempuhnya ini, sebetulnya tidak ingin dilakukannya. Namun karena kabar mengenai dugaan keterlibatan Tim Mawar di rusuh 22 Mei itu sudah menyebar, dia lalu berniat melakukan pengaduan.
“Berita sepeti ini kan selalu cepat tersebar. Saya tiadak ingin dikit-dikit harus lapor. Tapi saya harus sampaikan. Saya tunggu polisi dulu. Tapi saya pikir-pikir setelah lama kok makin lama ini,” kata Chairawan.
Konten yang diadukan Chairawan adalah pemberitaan Majalah Tempo Edisi 10 Juni 2019 yang mengangkat cover utama tentang ‘Tim Mawar dan Rusuh Sarinah’. Chairawan merasa dirugikan oleh pemberitaan itu.



