Cakrawala Jatim

H – 10 Lebaran, Pengerjaan Rekonstruksi Jalan Nasional di Jatim dihentikan

×

H – 10 Lebaran, Pengerjaan Rekonstruksi Jalan Nasional di Jatim dihentikan

Sebarkan artikel ini

Untuk antisipasi adanya kerusakan jalan selama H-10 hingga H+10 lebaran, BBPJN VIII juga menyiapkan posko di sejumlah titik yang tersedia alat berat dan peralatan pengerjaan jalan. Tim Reaksi Cepat BBPJN VIII juga disiagakan..

Ketut mengakui, memang ada keterlambatan pengerjaan enam paket besar rekonstruksi Jalan Nasional itu. Alasannya, karena kontrak pengerjaan proyek-proyek itu juga telat. Setidaknya butuh waktu 3-4 bulan untuk melanjutkan pembongkaran atau rekonstruksi jalan itu sehingga harus ditunda sementara.

“Jalur utama Surabaya-Malang, Probolinggo-Situbondo, Surabaya-Gresik-Widang-Tuban (dikenal juga dengan Jalan Daendles) itu memang paling besar. Sesuai kontrak (proyek) itu akan berakhir di Desember 2019. Jadi saya yakin, jalur-jalur utama Jawa Timur itu pada akhir 2019 nanti akan jauh berbeda dari sekarang. Karena kontrak ini rata-rata di atas Rp100 miliar. Paling kecil Rp125 miliar. Bahkan yang sekarang ini ada yang Rp220 miliar,” ujarnya.

Sekadar diketahui, proyek-proyek besar rekonstruksi Jalan Nasional di jalur utama Jawa Timur itu sepenuhnya dibiayai dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ketut bersyukur, ada SBSN yang bisa dicairkan untuk pengerjaan rekonstruksi jalan di Jawa Timur. (jnr/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *