Piter menilai, mungkin pemerintah terlena dengan keberhasilan di tahun-tahun sebelumnya yang telah mampu menjaga harga pangan. Bukan karena kinerjanya mengendur, tapi lebih kepada peralihan fokus dari bulan Ramadhan ke pemilu.
“Bukan mengendur, mungkin fokus pemerintah selama beberapa bulan ini agak teralihkan oleh hiruk-pikuknya pemilu, seharusnya itu tidak terjadi,” kata Piter.
Piter mengakui, kenaikan harga pangan di bulan Ramadhan memang pasti terjadi karena adanya kenaikan daya beli. Namun, ini bisa diantisipasi pemerintah melalui kesiapan suplai jauh-jauh hari sebelum menyambut Ramadhan.



