Penerapan sistem identitas tunggal ini merupakan upaya pemerintah membangun reputasi bangsa di mata dunia.
“Ini akan kita bangun di semua unit. Ini branding bangsa. Saya suka sedih jika masuk bandara, diperiksa KTP. Kenapa tidak pakai sidik jari? Kedepannya kita juga akan ada teknologi pindai wajah,” katanya.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merupakan salah satu badan yang bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan basis data kependudukan untuk memetakan para muzaki dan mustahik zakat.
Zudan berharap, dalam pelayanan zakat nasional kedepannya bisa menggunakan sidik jari maupun nomor induk kependudukan (NIK) saja.



