Ia menjelaskan KTP elektronik ini nantinya akan terkoneksi dengan data yang terdapat pada Surat Izin Mengemudi (SIM), kartu BPJS, asuransi, pajak, TNI-Polri dan Badan Pertanahan Nasional.
“Nanti semua data terintegrasi,” katanya.
Namun pihaknya menegaskan agar masyarakat tidak risau dengan pengintegrasian data kependudukan dengan sejumlah lembaga karena kerahasiaan data dijamin. “Data masyarakat Indonesia perlu kita manfaatkan serta jaga kerahasiaannya,” katanya.
Pihaknya pun telah menjalin kerja sama dengan 1.210 lembaga yang sudah mengintegrasikan data lembaganya dengan data kependudukan.



