Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan kebanyakan barang haram tersebut memang dari jaringan internasional. Barung mengaku dalam pengungkapan penyelundupan narkoba ini, pihaknya bekerjasama dengan jaringan polisi internasional.
“Ini kan jaringan internasional bekerja sama dengan international police, interpol kita sudah bergerak, oleh karena itu informasi interpol ini lah yang dibongkar dan didapatkan di Indonesia,” ungkap Barung.
Barung mengakui jika para pengedar narkoba semakin kreatif dalam melakukan aksinya. Dia mendapati ada pelaku yang menaruh narkoba dalam kaleng snack untuk mengelabui petugas.



