Menurut Yasid, pasokan bawang merah ke Pasar Induk Kramat Jati sebenarnya sudah kembali normal. Tingginya harga di tingkat retail lebih disebabkan karena pedagang eceran masih menjual bawang merah stok lama.
“Pedagang eceran belinya juga sudah tinggi, jadi wajar kalau mereka habiskan stok dengan harga yang tinggi juga,” terangnya.
Yasid memastikan, tingginya harga bawang tidak akan berlangsung lama karena harga di pasar induk sudah mulai turun. Selain itu, pasokan juga aman dengan masuknya 30 truk bawang merah per hari.
“Harga sudah mulai turun seribu hingga dua ribu, apalagi dibantu sama operasi pasar sekarang, tentu akan makin turun lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Wiwi Sutiwi menjelaskan, tujuan operasi pasar ini untuk menstabilkan harga bawang merah dan bawang putih di pasaran cukup tinggi.
Sebelum operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, tercatat harga bawang putih mencapai Rp 32.000 sampai Rp 35.000 per kg dan bawang merah Rp 40.000 per kg.
“Di operasi pasar hari ini, bawang merah dijual Rp 20.000 per kg dan bawang putih harga Rp 18.000 per kg. Jadi, harga kami pastikan segera stabil,” kata Wiwi.











