Jumlah itu naik sedikit dibandingkan estimasi kasus tahun sebelumnya (2018), yang kala itu diasumsikan sebanyak 2.089 penderita.
“Dari jumlah itu yang bisa ditemukan tim baru 1.216 orang. Kami berharap tahun ini penjaringan lebih optimal,” katanya.
Didik mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih terkendala stigma bahwa TB itu penyakit memalukan, banyak pasien berusaha menyembunyikan diri.
“Akibatnya angka yang ditemukan di bawah rata-rata kejadian,” ujarnya













