“Perlu adanya tangan-tangan profesional untuk menata kembali sentra kuliner agar diminati banyak kalangan.” ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya,(14/03).
Ia menjelaskan, keberadaan kalangan profesional dalam mengelola sentra kuliner agar bagaimana tata boganya, penyajian, pelayanan ini harus dilatih agar pelaku usaha di sentra-sentra kuliner berkembang pesat.
Jadi, kata Awey, masyarakat tidak hanya diberikan stand kuliner namun minim ilmu pemasaran dan manajemen kuliner, ini yang membuat sentra kuliner di Surabaya seolah mati suri.
“Sayangkan Pemkot Surabaya sudah mengeluarkan anggaran untuk membangun sentra kuliner tapi mandeg.” tegasnya.












