Advertorial

Program Permakanan Bagi Warga Surabaya

×

Program Permakanan Bagi Warga Surabaya

Sebarkan artikel ini

“Mereka semua yang mendapat permakanan merupakan warga miskin. Untuk pra-lansia mulai umur 45-60 tahun dan lansia 60 tahun ke atas. Sementara untuk anak yatim, mulai umur 0 sampai 18 tahun, dan bagi penyandang disabilitas semua umur,” kata Supomo, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya.

Untuk memastikan penyaluran program permakanan di lapangan berjalan lancar, Supomo menjelaskan, dinas sosial mempunyai Satgas Permakanan yang bertugas mengawasipendistribusian di 31 kecamatan. Di samping mengawasi, Satgas Permakanan juga bertugas melakukan verifikasi penerima program yang total anggarannya mencapai Rp 156,4 miliar tersebut.

Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program permakanan,Rumzana (47), sangat mengapresiasi program yang digagas Pemkot Surabaya. Rumzana memiliki anak penyandang disabilitas di daerah Tenggilis Mejoyo. “Menurut saya program ini sangat bagus dan membantu keluarga kami, khususnya dalam pemenuhan gizi kami. Semoga program ini terus berlanjut,” katanya.

Selain program permakanan, pemkot juga memiliki program pemberian makanan tambahan yang lebih fokus pada peningkatan gizi kelompok masyarakat tertentu. Tujuannya, untuk menyasar kelompok masyarakat yang belum ter-cover permakanan dari dinas sosial. Misalnya, balita, siswa PAUD, ibu hamil/menyusui, penderita HIV/AIDS, TBC, kusta, hingga pasien paliatif. Program makanan tambahan ini dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Senang Melihat Mereka Tersenyum

 

Bimantara, salah seorang petugas pengirim permakanan2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *