Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah jumlah tersebut sesuai dengan data yang ada di lapangan. Sebab data penduduk itu sifatnya dinamis, dan bisa berubah-ubah setiap saat.
“Karena data itu bergerak tiap hari, ada datang dan pindah. Karena itu, sekarang seluruh camat dan lurah mendata data itu, untuk memastikan warga tersebut ada atau tidak,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) tersebut.
Sementara untuk jumlah kebutuhan blangko E-KTP, Agus memastikan jika saat ini supplykebutuhan blangko tersebut dinilai aman. Ia mengaku setiap Minggu kebutuhan blangko E-KTP akan disupply oleh pusat.
“Untuk blangko, setiap minggu akan disupply terus oleh pusat. Dulu rata-rata 15 ribuan perminggu. Dan ke depan kami akan minta lebih,” terangnya.
Ia menambahkan agar proses perekaman E-KTP di Surabaya bisa segera rampung, pihaknya telah menyiapkan 12 hingga 14 alat rekam yang akan stay di Gedung Siola.
Sementara untuk sisanya, 6 -7 alat, akan dioptimalkan untuk mobile.
Ia mengaku dalam tiap hari, warga yang melakukan perekaman E-KTP sekitar 300 – 400 an. Namun jika program ini berjalan, diharapkan bisa sepuluh kali lipatnya.












