Akademisi satu-satunya Board of Governors IALS Asal Indonesia menegaskan kalau seorang presiden yang masih menjabat harus cuti saat memasuki masa kampanye.
“Hal tersebut untuk menghindari abuse of power. Menghindari penyalahgunaan wewenang dan kesempatan” tegasnya.
Perlakuan adil untuk masing-masing paslon sangat penting. Nurul menambahkan ketika ada pelanggaran dari tim sukses salah satu paslon kemudian tidak diproses, maka pelanggaran dari paslon lain menjadi tidak diproses juga. Namun baru bisa dikatakan adil jika pelanggaran yang dilakukan oleh kedua paslon diproses.
“Tidak kemudian ketika karena petahana, lalu memiliki power dan sebagainya kemudian tidak diproses dan mengakibatkan pihak tidak petahana juga tidak diproses. Mestinya kita kembalikan pada koridor hukum, semuanya harus diposes sesuai ketentuan hukum yang berlaku saat pelanggaran dilakukan” jelasnya.(mnhdi/cn04)












