“Karena tidak hanya hoax, kondisi anak bangsa saat ini juga perlu untuk diperhatikan. Mengingat, kecenderungan mereka yang ketika memberikan saran dan komentar di ruang publik, bahasa yang digunakan sangat tidak mencerminkan bahwa kita adalah masyarakat Indonesia yang punya tepo seliro, kehalusan budi bahasa” lanjutnya.
“Boleh berbeda tapi jangan menyebar isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan jangan sampai demokrasi kita ini gaduh” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar dalam masa kampanye kedua paslon dan tim sukses harus mentaati aturan pemilu yang telah ditetapkan.
“Tidak dibenarkan jika salah satu paslon memanfaatkan fasilitas dan kewenangan yang dimilikinya untuk kepentingan tertentu dan menyukseskan dirinya sebagai calon presiden dan wakil presiden” ujarnya.












