Bentuk bangunan PLHUT, sambungnya, harus mengikuti prototype yang telah ada. Hal itu supaya bangunan PLHUT di semua daerah memiliki bentuk dan ciri yang sama. “Ciri khas bangunan ini penting supaya masyarakat lebih mudah mengenali gedung PLHUT,” pungkasnya.
Sebagai informasi, PLHUT dirancang terdiri dari dua lantai seluas 400 meter persegi. Lantai satu digunakan untuk ruang pelayanan jemaah dan lantai dua untuk ruang serbaguna yang dapat digunakan sebagai ruang bimbingan manasik. Ke depan, PLHUT juga berpotensi menyumbang pendapatan negara melalui PNBP.
Selain empat kabupaten di Jatim, Kabupaten/kota lain yang juga akan dibangun yaitu Kota Padang, Bandar Lampung, Kab Pandeglang, Kab Cirebon, Kab Bekasi, Kab Brebes, Kota Semarang, Kab Banyumas, Kab Tegal, Kota Pontianak, Kab Lombok Tengah dan Kab Wajo. (rur)



