“Pembangunan PLHUT merupakan program inovasi layanan haji. Kemenag Kabupaten/Kota ujung tombak pelayanan jemaah haji dan umrah maka harus mendapat perhatian lebih besar untuk meningkatkan layanan kepada Jemaah,” katanya, dalam siaran pers, Sabtu (2/2/19).
Menurutnya, pembangunan PLHUT di Kemenag Kabupaten/Kota merupakan pilot project Kemenag. Sebelumnya, alokasi dana SBSN digunakan untuk merevitalisasi asrama haji. “Sebagai pilot project, pembangunan PLHUT tahun ini harus selesai dalam satu tahun anggaran dengan kualitas yang baik. Jangan sampai tidak selesai atau kualitasnya tidak baik,” tegas Yanis.
Ia mengingatkan agar percepatan pembangunan dan kontrol kualitas PLHUT benar-benar dilakukan. Keberhasilan proyek PLHUT tahun ini akan berdampak pada keberlangsungan proyek berikutnya untuk daerah lain. “Prototipe sudah kami siapkan. RAB juga telah dihitung seluruhnya, tinggal tiap daerah menyesuaikan perhitungannya dalam kontrak. Semua kami lakukan supaya tidak ada keterlambatan,” imbuhnya.



