“Harus dilaksanakan secara serius sejak di Puskesmas, dua sampai tiga tahun sebelum berangkat atau sejak hari ini jika tahun ini belum dilaksanakan. Agar kita dapat riwayat penyakit dan riwayat obat setiap jamaah,” ujarnya.
Menurutnya, PR pemerintah Indonesia saat ini adalah menurunkan angka jamaah dengan risiko tinggi agar bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik. Jika dibandingkan negara-negara Asia lain, Indonesia merupakan negara dengan jamaah haji berisiko tinggi paling banyak. (wan/jn/luk/s)












