Sementara itu, Regional Director UN Environment Asia and the Pacific Office Dechen Tsering mengatakan Surabaya merupakan salah satu kota yang penting di Indonesia karena telah berhasil mengelola sampah dengan baik. Bahkan, bisa mengubahnya menjadi energy listrik. Ia juga menilai bahwa Surabaya merupakan salah satu kota yang paling layak huni berdasarkan ukurannya.
“Kami juga melihat sendiri program penggunaan sampah untuk membayar tiket bus. Di kota ini juga banyak ruang terbuka hijau yang sehat dan tentu saja sebagai bagian dari program lingkungan PBB, kami sangat senang melihat hal ini. Ini kota bagi masa depan para pemuda,” kata Dechen di sela-sela
kunjungannya.
Menurut Dechen, banyak pelajaran yang didapatkan dari Surabaya. Salah satunya adalah pembangunan kota dapat sangat terbantu dengan system pemerintahan yang terintegrasi. Ia juga menilai bahwa yang membuat Surabaya berbeda dengan kota lainnya adalah keberhasilan dalam membuat kota ini penuh dengan tumbuhan. “Jadi, ini contoh positif penghijauan kota untuk membuktikan bahwa hal tersebut dapat diwujudkan,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kota Surabaya, M. Taswin, menjelaskan Pemkot Surabaya memang telah melakukan berbagai inovasi untuk pengelolaan sampah di Surabaya. Salah satunya melalui program reduce, reuse, recycle dengan pengurangan dan pemilahan sampah mulai dari sumbernya, optimalisasi pemilahan sampah di TPS, pengolahan limbah plastik serta mengubah sampah menjadi sumber energi listrik.












