Ia juga beranggapan peristiwa tersebut dinilai mampu mengurangi tensi di tengah masyarakat yang dinilai sempat memanas di tengah masyarakat. Selain itu ia meminta aparat keamanan juga bertindak netral dan menjaga supaya tidak ada orang yang merasa tidak diperlakukan adil.
“Jadi keadilan itu saya kira sangat menentukan suasana damai. Baik itu yang namanya KPU-nya, Bawaslu-nya, aparat keamanan-nya itu semua harus bertindak adil, membuat suasana yang damai dan keadilan itu membuat role of the game itu jalan di lapangan,” ungkapnya.
Seperti diketahui, salah satu atlet pencak silat Hanifan Yudani Kusuma membuat Prabowo dan Joko Widodo berpelukan. Momen tersebut terjadi ketika Hanifan, peraih emas pada partai final nomor kelas C putra, memeluk satu per satu tokoh yang hadir, mulai dari Ketua Kontingen (Cdm) Indonesia Asian Games 2018 Syafruddin, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Joko Widodo, dan Prabowo, Rabu (29/8/2018) kemarin.
Setelah memeluk Jokowi dan Prabowo, kemudian Hanifan memeluk keduanya. Tangan kanan Jokowi merangkul pundak Hanifan dan tangan kirinya merangkul punggung Prabowo. Sementara, tangan kiri Prabowo merangkul pundak Hanifan dan tangan kanannya Prabowo memeluk punggung Joko Widodo. Hanifan sendiri merangkul pundak Joko Widodo dan juga Prabowo sembari membawa bendera Merah Putih.
“Rasanya (berpelukan) gembira, dan kita satu keluarga, kata beliau (Joko Widodo–Red) kalau menang itu baunya harum. Terima kasih semuanya,” kata Prabowo waktu itu.



