Dalam Perpres No 56/2018 itu, Tol Aloha-Waru-Tanjung Perak sudah tidak lagi nongol di daftar list percepatan proyek strategis nasional. Tercatat ada 227 proyek strategis nasional yang tersebar di 34 Provinsi seluruh Indonesia. Proyek Jalan Tol Aloha-Waru-Wonokromo-Tanjung Perak menjadi satu-satunya proyek yang dicoret.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan dicoretnya Tol Aloha-Waru-Wonokromo-Tanjung Perak itu. Pasalnya, Pemprov Jatim selama ini hanya menjadi kepanjangan tangan pemerintah pusat. Selama Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo tidak setuju, Pemprov tidak ada artinya apa-apa.
“Iya itu Kebijakan tentang infrastruktur itu dari menteri PU,Pasti kalau dicoret nanti akan ada pertimbangan lain,” harap Soekarwo, Jumat (24/8/2018).
Untuk diingat, proyek ini adalah salah satu dari 7 proyek pengungkit ekonomi Jawa Timur yang pernah digagas sejak zaman Gubernur Jatim Imam Utomo. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengaku tidak tahu penyebab dicoretnya proyek Tol itu dari Proyek Percepatan Strategis Nasional. Soekarwo berharap ada solusi untuk kemacetan di Sidoarjo dan Surabaya. Karena sejak dicoret, belum ada komunikasi terkait tol tersebut.
Apalagi di UU Tata Ruang Nasional dan Perda RTRW Jawa Timur dan Kota Surabaya, pembangunan Tol Aloha-Waru-Wonokromo-Tanjung Perak masih ada.












