Dia mengemukakan, penelitian mereka ini masih dalam tahap daya serap air, dengan pengujian penyerapan dan volume jenuh. Nantinya akan dilanjutkan dengan uji iritabilitas, yaitu bagaimana bila bersentuhan dengan kulit, apakah menyebabkan iritasi atau tidak.
“Diapers akan mengembangkan bagaimana tidak iritasi pada kulit. Kedua bagaimana menghindari zat-zat kimia dan dapat digunakan masyarakat serta ekonomis,” kata Intan yang mengaku membutuhkan waktu satu bulan untuk penelitian tersebut.
Sementara itu dosen pembimbing kelompok itu, Siti Mardiyah mengungkapkan kekurangan pada Diapers adalah belum pada pengemasan sehingga bisa dipakai dan dijual dengan harga ekonomis. Sehingga pada pengembangan selanjutnya sudah disiapkan desain dan formulasi, yang sebelumnya 20 persen dari popok biasa bisa ditingkatkan.












