Zeolit-Y adalah material berpori, terdiri dari mineral aluminosilikat yang terikat satu sama lain membentuk struktur oktahedral. Menurut tim, dengan adanya struktur oktahedral tersebut akan menghasilkan rongga-rongga di dalam material yang berfungsi meng-adsorpsi atau menyerap gas karbondioksida.
Kata Randy, Zeolit-Y ini efektif dalam meng-adsorpsi gas karbondioksida, karena ukuran rongganya yang hampir sama dengan ukuran molekul karbondioksida. Selain itu, kandungan silikanya yang tinggi dibandingkan zeolit lain mengakibatkan sifat hidrofobitasnya atau sifat fisik molekul yang tidak suka air juga tinggi.
“Sifat tersebut sama dengan sifat komponen kaca pada umumnya, sehingga membuat Zeolit-Y ini digunakan sebagai zat pendukung pada serat kaca. Serat kaca merupakan bahan pembuat kaca yang berbentuk seperti lembaran benang,” jelas Awanida, anggota dari tim tersebut.



