“Timbangan Dhuto memiliki dua jenis inovasi, yakni alat penimbang darah dan timbangan gantung digital alat berat,” ungkap Gati. Beberapa produk lainnya yaitu timbangan digital crane scale (DCS), telecontrol, timbangan darah, dan alat elektronik pabrik. Dhuto telah dipasarkan di pulau Jawa hingga Kalimantan Timur dengan nilai transaksi mencapai Rp200 juta per tahun.
Gati menjelaskan,worskhop e-Smart IKM yang dilaksanakan selama dua hari, para peserta dapat belajar berbisnis melalui sarana e-commerce dan juga mendapatkan sosialisasi program-program Kemenperin seperti restrukturisasi mesin peralatan dan SNI.
“Selain itu, diberikan materi tentang strategi pemasaran online dan pengembangan produk seperti desain, kualitas dan teknologi. Bahkan diperkenalkan juga aplikasi pencatatan keuangan,” imbuhnya. (jpp/ind/wan)












