“Harapannya, pada Desember nanti sudah ada hasil panen dari masyarakat maupun kelompok-kelompok yang mengikuti kegiatan ini. Dengan begitu, hasil panennya bisa ikut menambah pasokan cabai di pasaran sehingga membantu menekan harga,” kata Nanik, Senin, 2 Oktober 2026.
Tak hanya mengandalkan penanaman di lingkungan permukiman, DKPP juga mendorong kelompok tani memperluas lahan budidaya.
Salah satu pengembangannya berada di Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan.
Di lokasi tersebut, DKPP menanam 4.100 bibit cabai menggunakan 2.050 polybag.
Pengembangan ini juga didukung teknologi hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Teknologi tersebut diarahkan untuk menghasilkan tanaman yang lebih kuat menghadapi serangan hama.
Kualitas panen juga diharapkan meningkat, termasuk agar cabai tidak mudah membusuk.
“Di Jambangan kami menanam 4.100 bibit cabai dalam 2.050 polybag. Kami juga bekerja sama dengan ITS untuk mengembangkan teknologi penanaman yang diharapkan bisa menghasilkan tanaman lebih kuat terhadap hama dan hasil panennya tidak cepat busuk. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan,” jelasnya.



