Surabaya, CakrawalaNews.co – Membuat masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi bukan sekadar soal membatasi mobilitas.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga harus memastikan transportasi umum bisa mengantarkan penumpang lebih cepat dan efisien.
Hal itu menjadi catatan pakar transportasi dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ketut Dewi Martha Erli H., ST, MT, di tengah wacana penerapan ganjil-genap untuk mengendalikan kepadatan lalu lintas Surabaya.
Menurut Erli, pemerintah perlu memahami dua faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum, yakni travel cost atau biaya perjalanan dan travel time atau waktu tempuh.
Ia menilai masyarakat cenderung lebih mempertimbangkan kecepatan perjalanan dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan.
Karena itu, tarif murah belum tentu cukup menarik minat warga apabila perjalanan dengan bus masih memakan waktu lama.
“Opini saya, masyarakat lebih sensitif dengan travel time dibandingkan travel cost, sehingga selama angkutan umum masih bercampur jalurnya dengan angkutan pribadi maka masyarakat cenderung akan memilih mobilitas dengan angkutan pribadi,” ungkap Erli pada CakrawalaNews.co, Senin, 2 November 2026
Erli mengakui Pemkot Surabaya telah melakukan sejumlah pembenahan layanan angkutan umum.





